Kehidupan yang Dirayakan

Ada orang-orang yang kepergiannya meninggalkan lubang menganga di hati, meski mereka bukan saudara atau kerabat. Dan Mas Haryoko R. Wirjosoetomo adalah salah satunya. Orang yang sangat baik, yang banyak berbuat bagi negri, bagi KAGAMA, bagi banyak orang, termasuk saya.

Saya yang bukan siapa-siapanya. Hanya salah seorang penggemar tulisan-tulisannya. Baik tulisan ringan yang menghibur tentang Bee, Inspektorat Agung, Tupperware, para beruk di jalanan, mau pun tulisan serius tentang Manajemen risiko, keamanan negri, crock brain, dan lain sebagainya. Semuanya bernas, ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan enak dibaca.

Saya yang hanya seorang pendengar yang kagum pada materi yang disampaikannya dalam beberapa acara. Yang hanya ikut-ikutan ngumpul dalam acara kopi darat KAGAMA. Yang bukan siapa-siapa. Namun, beliau selalu ramah dan bersikap terbuka. Bahkan bersedia membantu. Mulai dari memberi saran professional ketika saya cemas urusan pekerjaan, sampai hal remeh temeh semacam info service computer yang terpercaya.

Karena itu, saya ikut khawatir ketika beliau terpapar covid-19. Ikut lega ketika kondisinya membaik di rumah sakit. Ikut bahagia membaca statusnya yang sudah negative covid. Dan ikut terhempas ketika beliau tetap berpulang juga. Walau saya tahu, Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun, kita semua dari Allah, dan kepadaNya jua kita kembali.

Bangun pagi ini, lubang di hati itu masih menganga. Namun saya ingin menutupinya pelan-pelan. Menimbunnya dengan rasa syukur yang banyak. Syukur karena pernah mengenalnya. Pernah bertemu dengannya, pernah mengutip ilmu darinya. Syukur karena ia, dalam pandangan saya, telah berhasil dalam menjalani kehidupannya. Berhasil jadi orang baik, berhasil jadi orang yang memberi banyak manfaat, jadi pecinta dan dicinta. Sungguh, hidupnya tak sia-sia, hidup yang perlu dirayakan dan dikenang selamanya.

Karena itu, saya berharap do’a-do’a yang dipanjatkan ratusan temannya, sahabat, keluarga, sampai ke langit tanpa hambatan. Kesaksian akan kebaikannya diterima. Kebaikan yang ditanamnya berbuah, berbunga, dan menumbuhkan kebaikan-kebaikan lain yang berlipat. Menjadi temannya, dalam perjalanan pulangnya ke haribaan Yang Maha Penyayang. Menjadi salah satu sebab ia berbahagia di sana.

Selamat jalan, Mas Koko. Engkau sungguh orang baik. Kebaikan yang berbekas selamanya di hati. Semoga Bee dan ibunya selalu dikelilingi orang-orang baik dan ditambah-tambahkan kesabaran dan kekuatan mereka. Amin….

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like
Read More

Bersama Mama

Kasihan Dimas, nggak bisa nemani Mama. Ngga jagain mama di rumah sakit, nggak ikut mensholatkan mama, nggak bisa…