Surga dengan Buku

Kang Jalal, foto dari bbc.com
Saya membayangkan, surga adalah tempat dengan begitu banyak buku. Begitu kurang lebih kalimat yang pernah saya dengar dalam satu ceramah Ustadz Jalaluddin Rakhmat. Kalimat yang membuat saya terpaku, dan memperoleh kebebasan untuk membayangkan surga yang saya mau. Bukan sekadar tempat dengan sungai-sungai yang mengalir dan taman serta pepohonan. Bagi mereka yang hidup di padang tandus, mungkin sungai dan pohon itu memukau. Tapi tidak, bagi saya.
Kalimat itu juga menghibur saya di tengah serbuan cerita, bahwa surga menyediakan puluhan bidadari untuk para lelaki, bahkan dalam bahasa yang lebih vulgar, pesta sex untuk mereka. Seolah-olah, itulah pencapaian atau kenikmatan tertinggi bagi manusia.
Kalimat itu juga menjadikan saya berani menghibur putri kecil saya yang dulu menangis dan bertanya, apakah ia bisa bertemu lagi dengan si Manis, kucing kesayangannya yang tiba-tiba mati ditabrak mobil. Saya katakan, ya, berusahalah jadi anak sholehah, berharap Allah merahmatimu untuk bisa masuk ke surgaNya kelak. Di sana, kamu bisa meminta semua yang kamu mau, termasuk bertemu dengan si Manis kesayanganmu.
Kalimat itu, tentu mengingatkan saya pada perasaan bahagia, ketika pertama kalinya kaki anak kampung seperti saya, menginjak toko Gramedia yang megah di kota Medan. Pada perasaan takjub melihat deretan buku yang begitu banyak, pada perasaan luar biasa yang membuncah di dada. Waktu itu, saya cium pipi ayah dengan penuh terimakasih, karena telah mengajak saya ke tempat yang bagaikan surga bagi saya yang haus buku.
Kalimat itu, ketika disandingkan dengan janji bahwa kelak kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang kita cintai selama di dunia, memberi saya perspektif baru bahwa kematian adalah awal dari kehidupan yang baru. Menguatkan saya ketika ditinggal orang-orang tercinta yang lebih dulu menempuh perjalanan baru. Semoga, kita akan kembali bertemu, dalam keadaan yang baik, di tempat yang lebih baik..
Kalimatmu itu, Kang Jalal, semoga mewujud bagimu. Kecintaanmu pada buku, pada ilmu, akan membawamu pada surga yang kau mau. Mengumpulkanmu dengan orang-orang suci, pemilik kebenaran dan ilmu sejati, di sisiNya…
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun…
0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like
Read More

Bersama Mama

Kasihan Dimas, nggak bisa nemani Mama. Ngga jagain mama di rumah sakit, nggak ikut mensholatkan mama, nggak bisa…