Dua Belas Tahun

Sudah jam 9 malam, aku dan suami masih di rumah sakit. Kutelepon mbak asisten di rumah. Setelah mengabarkan akan pulang telat, kututup dengan permintaan tolong, “Mbak, coba tanyain Zahra, dia berani tidur sendiri atau perlu mbak temani?”
Mbak asisten mengiyakan, lalu telepon kututup. Memang sudah beberapa bulan ini Zahra bisa tidur sendiri. Tapi kan selalu ada kami di kamar sebelah. Bagaimana kalau tak ada seorang pun bersamanya di lantai bawah? Kamar Mbak Yati ada di lantai atas.
Setengah jam kemudian, kembali aku menelepon mbak Yati. “Bu, sudah saya tanyakan. Katanya, kan biasanya juga aku berani sendiri. Jadi saya nggak nemanin ya, Bu.”
Aku tersenyum. Sudah benar-benar berani ya putriku. Teringat beberapa tahun lalu, ditinggal main sendirian di satu ruangan saja dia nggak mau. Sampai aku khawatir dia jadi anak penakut. Sekarang, dia bisa menjawab dengan se-PD itu.
Aih, ternyata aku hanya perlu sabar menikmati proses perkembangan putriku.
Hari ini, dia berulang tahun yang ke-12. Semoga Allah selalu melindunginya, menyempurnakan pertumbuhan dan perkembangannya, mengizinkannya meraih cita-citanya, dan menjadikannya hamba yang sholehah dan bermanfaat bagi sesama. Allahumma amin..
0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

Ibu dan Anak

Ketika mamanya sedang berhenti mengejar deadline menulis buku, anaknya semalam datang menunjukkan 5 judul komik. “Mudah-mudahan bisa masuk…