Pencapaian

WFH ini benar-benar menambah waktuku untuk bisa melakukan hal-hal yang di luar rutinitas. Bahkan, untuk memasak. Buatku, memasak adalah pekerjaan yang sangat kompleks, rumit, dan menghabiskan waktu. Karena itu biasanya aku lebih suka memuji dan menikmati hasil masakan orang lain saja.

Namun, waktu 3 jam yang biasanya kuhabiskan di perjalanan menuju dan dari kantor, kini harus kupakai untuk yang lain. Mulailah tanganku tergerak mencari-cari resep di internet, atau membuka-buka tumpukan buku resep yang telah berdebu di rak. Ya, walau tidak memasak, ada saja buku resep yang menarik hatiku ketika di toko buku. Sering beli, walau entah kapan eksekusi. Lupa pada nasehat ibuku agar jangan kebanyakan teori, tapi praktekkan satu demi satu.

Nah, sekarang, ada juga yang akhirnya bisa aku praktekkan. Ini salah satu hasilnya, Ikan Nila Kukus. Ternyata sederhana banget bikinnya. Semua bumbu cuma dirajang, nggak perlu nguleg yang bikin capek. Lalu dikukus 30 menit. Bahagianya aku, karena nggak perlu perang dengan minyak goreng panas yang meletup-letup (pengen pakai helm rasanya kalau lagi menggoreng ikan).

Hasilnya, uenak banget dan segar. Bumbu meresap sampai ke dalam ikan. Zahra suka. Papanya suka. Dipublikasikan pula, dalam Newsletter internal kantor. Tiga hal ini, merupakan pencapaian tingkat tinggi buat pemasak pemula seperti aku. Please, jangan di-bully ya 😊.

Pertanyaannya, akankah aku akan semakin rajin ke dapur? Waktu yang akan menjawab (Hallah, sok puitis).
0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like
Read More

Cake Pertama

Abaikan penampilannya, Yang penting rasanya… Kuhibur diri dengan dua kalimat itu, ketika melihat cake buatanku dan Zahra. Permukaannya…