Ajal Tak Kenal Usia

Catatan tausiyah oleh Aa Gatot M Soedrajat, pada tahlilan online Kageogama, 2 Agustus 2020

Kita telah ditinggalkan oleh dua orang sahabat kita:

1. Alm. Pak Tjoek Aziz yang telah menderita sakit selama 15 tahun. Beliau sabar dalam sakitnya. Dan tetap bersemangat membagi ilmunya. Semoga sabarnya beliau menjadi penghapus dosa dan ilmu yang diberikan menjadi amal jariah.

2. Alm. Mas Danang yang wafat dalam usia muda, 43 tahun. Dalam usia muda, beliau telah berbuat kebaikan misalnya membantu teman-teman selama kuliah dan dalam pekerjaan, termasuk mengusahakan donasi pompa angguk ke kampus. Semoga amal baik beliau menjadi bekal dalam perjalanan pulang ke sisi Allah.

Keduanya hendaknya menjadi pelajaran bagi kita, bahwa ajal atau kematian tidak mengenal usia, tua atau muda; tidak mengenal sehat atau sakit. Bila telah tiba waktu yang ditentukanNya, tidak ada apa dan siapapun bisa mengundurkannya.

Maka ingatlah pada Firman Allah di QS Al-Imran 133-134 yang menyuruh kita bersegera mencari ampunanNya dan memperbanyak amal saleh, terutama berinfak. Ingatlah, semua harta yang ada pada kita hanyalah titipanNya. Yang benar-benar akan menjadi milik kita justru adalah yang kita infakkan.

(Mohon maaf bila ada kekeliruan dalam pencatatan ini)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

Pulang

Sudah jam delapan malam. Kereta yang kami tunggu belum juga tiba. Aku menjadi gelisah. Demikian pula kedua temanku.…