Baru Nyadar :-)

Adikku yang menjadi salah satu pembicara pada Forum Diskusi BUMN pada Rabu, 1 Juli 2020

Melihat tampilan di layar laptop, aku tersadar bahwa adikku sudah menjadi seseorang. Bukan anak kecil yang cemberut kalau disuruh, tapi dengan sigap membantu kalau kakaknya minta tolong. Bukan anak sekolah yang berebut buku Kho Ping Ho denganku. Bukan anak iseng yang pernah pura-pura maag-nya kambuh agar kakaknya panik.

Tentu saja aku tahu dia sudah dewasa. Sudah jadi bapak dari tiga orang jagoan ganteng, malah. Tentu aku tahu ia ahli makro ekonomi yang bisa bicara panjang lebar tentang keimuannya itu. Tapi kok ya, di hati, berasa dia tetap adik yang suka kuacak-acak rambutnya. Adik yang suka kumintain sesendok kalau lagi makan indomie. Adik yang membaca komik dibalik buku sekolah agar dikira belajar. Adik baik hati yang membagi uang beasiswanya pada kakak dan abangnya.

Yah, aku maklumi saja hatiku. Kami tak lagi tinggal bersama sejak lulus SMP, masing-masing mengejar cita-cita ke arah yang berbeda. Belum tentu bisa bertemu setahun sekali. Lagi pula, ini pertama kali aku melihatnya menjadi pembicara, dalam forum diskusi Reformasi BUMN semalam. Walau Tanri Abeng hadir sebagai Keynote Speaker, tentu kehadiran adik tercinta adalah magnet utama bagiku.

Ternyata, kadang perlu momen khusus untukku menyadari sesuatu. Apakah kalian juga begitu?

A person sitting in front of a computer screen

Description automatically generated
0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like