Mengelola Rumah Tangga dengan Penghasilan Terbatas


“Ini seperti baru membaca prolog saja, Dek, belum puas bacanya. Masih banyak perjuangan mama yang bisa Intan ceritakan lagi. Kenapa enggak dituliskan dalam satu buku?”

Begitu komentar sepupuku tersayang, Mbak Dina, setelah membaca dua buku antologi yang berjudul Dear Mom dan Semua Anakku Tembus UGM. Ada satu cerita tentang ibuku di masing-masing buku itu.

Waktu itu aku cuma tersenyum. Belum terbayang bagaimana bisa menyiapkan naskah satu buku seperti yang beliau sarankan. Selama ini, aku baru bisa menyiapkan naskah sepanjang tiga sampai lima halaman saja. Lalu bergabung dengan para penulis lain, dan menerbitkannya dalam buku-buku antologi.

Sampai kemudian, pada suatu pagi yang cerah di Bulan May, satu kalimat muncul di kepalaku: Mengelola Rumah Tangga dengan Penghasilan Terbatas. Mungkin juga terpicu oleh banyaknya berita tentang kesulitan ekonomi di masa pandemi covid-19 ini. Wow, kenapa tidak kujadikan judul buku saja?

Tentu saja buku itu tidak akan berisi teori keuangan, karena itu bagiannya para ahli. Tapi aku akan mendongeng tentang ibu dan perjuangannya, dalam mengelola keuangan sampai bisa mewujudkan cita-cita keluarga. Membiayai pendidikan empat anak sampai lulus kuliah, mendirikan rumah, bisa umroh serta naik haji, dan lain-lainnya.

Sempat ragu sebenarnya, apa orang mau membaca tulisan itu nanti? Sedang ibuku hanyalah orang biasa. Bukan sarjana, bukan tokoh masyarakat. Maka kucoba melemparkan ide itu di dinding Facebook. Alhamdulillah, ternyata sambutan teman-teman cukup baik. Maka aku mulai menulis naskahnya.

Semangat menulis itu makin terpacu ketika aku mengikuti kelas menulis online KJB. Pematerinya Ahmad Rifa’i Rif’an, penulis yang pernah disebutkan namanya oleh Coach Lutfi dalam kelas Jenius Writing. Banyak bukunya yang menjadi best seller. “Belajarlah dari buku-buku beliau,” kata Coach Lutfi waktu itu.

Naskah awal yang baru 18 halaman pun aku kirimkan sebagai bagian dari tugas di kelas. Berdebar-debar menunggu hasil review, apakah ide naskah ini cukup menarik? Atau sangat biasa?
Dan inilah review yang aku terima pagi ini:

**

Mengelola Rumah Tangga dengan Penghasilan Terbatas karya Kak Intan Kemala Dewi kelompok 6

Sepertinya Kak Intan sudah merancang naskah ini sejak lama, ya. Satu kata dari saya, keren. Kakak bisa menceritakan dengan runut dan luwes banget.

Ini berbeda banget dengan buku nonfiksi bertema serupa. Kakak menyajikan dengan gaya bercerita yang sederhana. Pembaca bakal nggak nyesal baca keseharian rumah tangga orang lain jika seperti ini cara penyajiannya. Ada manfaat yang bisa diambil pembaca dari pengalaman sang ibu. Tepuk tangan buat Kak Intan.

Terkait teknik pun Kak Intan sudah kuasai. Hanya ada beberapa kesalahan ketik dan ini 》detail bukan detil
Anomatopenya mengganggu keseruan cerita.
Kalau satu kalimat kebanyakan ‘ku’ coba ubah susunan kalimat atau mencari padanan kata yang lain.

Saya kecewa saat membaca kalimat terakhir naskah. ‘Maaf naskahnya belum selesai’ padahal lagi seru-serunya😅

Itu saja ya, Kak. Semangat selesaikan naskahnya dan segera kirim ke penerbit.

Salam sukses selalu
**

Alhamdulillah, sungguh review yang melegakan. Aku makin bersemangat untuk menuliskan cerita yang semoga bisa menginspirasi para pembaca. Doakan yaa teman-teman semua, agar aku bisa menyelesaikan naskah buku ini, dan terimakasih atas dukungannya selalu.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

13 Tahun

“Aku di Banda Aceh. Dan aku menangis” Begitu sms yang kuterima dari sahabatku. Ia salah seorang wartawan media…