Nol Rupiah

Kalau ayahku masih ada, mungkin ia tidak akan puas melihat hasil pekerjaanku ini. Kotak-kotak masker yang kubungkus dengan kertas coklat itu, sama sekali tidak rapi. Tapi aku tahu, ia tidak akan marah. Ia, mungkin akan bertanya, mau dibantu?

Almarhum ayahku, selalu rapi. Termasuk, bisa menyusun barang-barang dengan baik. Pernah, ketika akan kembali ke Yogya, aku tak berhasil menyusun semua barangku ke dalam kopor. Maklumlah, ibu juga menjejalkan toples-toples berisi ikan teri sambalado dan berbagai makanan tahan lama lainnya ke dalamnya. Ayah lalu turun tangan. Ia membongkar semua barang-barangku. Lalu menyusun semuanya lagi dari awal. Nah, kan. Dengan sentuhan tangannya, semua barang bisa masuk dan mendapatkan tempat yang pas di dalam kopor. Aku, cuma bisa nyengir menyaksikannya, hehehe.

Ayah juga yang mengajari aku cara menyampul buku. Baik buku tulis, buku pelajaran sekolah, maupun buku bacaan. Ayah sendiri, menyampul semua bukunya dengan plastik bening. Di awal punya penghasilan dan bisa membeli buku sendiri, aku masih meniru ayah. Sekarang, tak satupun buku yang kuberi sampul lagi. Tak heran, mereka langsung lecek begitu selesai kubaca.

Ayah juga yang mengajari aku cara membungkus kado. Memang bukan cara membungkus yang pakai pita dan hiasan. Tapi lumayanlah, bisa kugunakan keterampilan itu di saat-saat seperti ini. Ketika harus membungkus sendiri kotak-kotak masker sumbangan para donatur melalui KAGEOGAMA, yang akan dikirimkan ke beberapa klinik dan rumah sakit. Syukurlah, hanya sebagian kecil saja yang harus kubungkus sendiri. Sebagian besar lainnya, bisa dikirimkan langsung oleh supplier ke alamat rumah sakit yang dituju.

Sungguh besar rasa terimakasih kami, dari KAGEOGAMA, kepada para donatur sekalian. Semoga Allah membalas kebaikan anda semua dengan limpahan rahmatNya. Semoga apa yang kita usahakan ini, bisa sedikit membantu para dokter dan tenaga medis lainnya dalam menjalankan tugas merawat semua pasien mereka.

Oh ya, saldo donasi di kas Kageogama sekarang sudah nol rupiah ya. Dan kami masih membuka rekening donasi ini sampai tanggal 31 Maret 2020. Kami mengharapkan berbagai jenis bantuan yang bisa diberikan. Donasi, info supplier yang terpercaya, suntikan semangat, dan paling penting, do’a yang dipanjatkan untuk kita semua. Semoga, badai korona ini segera berlalu, dan kita sehat selamat semuanya. Amin.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like