Sepi

“Ma, apa kakek tahu kalau aku rindu?”

Kutarik kepala putriku Zahra dalam dekapanku. “Pasti tahu. Apalagi, kata ustadz, setiap malam jumat kakek akan datang ke rumah. Bertanya-tanya, apakah keluarganya mengirimkan surah Yasin? Apakah anak cucu yang dulu sering digendong, ada mengirimkan do’a?”

Ia menengadah memandangku. “Kakek dulu, pernah gendong aku, ma?”

Aku tersenyum. “Pernahlah. Waktu kakak lahir, kakek masih sehat. Masih bisa jalan. Masih bisa gendong kakak.”

Ia tersenyum. “Aku rindu kakek,” katanya sambil memelukku.

“Mama juga,” bisikku pelan, menahan air di pelupuk mata agar tak jatuh.

Tak heran Zahra rindu. Walau pendiam, kakek suka bercanda dengan cucu-cucunya. Misalnya, menggelitik pinggang Zahra dari samping, lalu membuang muka, seolah tak melakukan apa-apa. Kakek juga suka main tebak-tebakan. Kakek juga, selalu tertawa melihat tingkah laku Zahra, yang membuat Zahra makin senang. Di atas kursi rodanya, kakek setia menunggu Zahra pulang dari sekolah.

“Ma, apa mungkin kakek dulu meninggal karena korona? Kan kakek batuk-batuk juga. Trus katanya virus korona udah ada dari tahun 2019.”

Aku tertawa pelan. “Nggak, Kak. Kakek meninggalnya kan bulan Agustus. Virusnya baru ada bulan Desember. Itu juga di China. Belum ke Indonesia.”

Ia mengangguk. Lega nampaknya. Lalu menarik kepalanya dari pelukanku, meletakkannya di bantal. Bersiap tidur.

Kukecup keningnya. Tapi hatiku jadi kosong. Mengenangkan almarhum ayahanda yang telah pergi. Dan membayangkan kesepian yang melanda hati-hati mereka yang kini ditinggal pergi keluarganya dalam situasi begini. Baik karena si covid-19 maupun bukan. Aih, mungkin tiada kerabat, handai tolan dan teman yang datang menghibur. Sedikit yang ikut mensholatkan, atau mendo’akan. Pemakaman, mungkin dilakukan dalam sepi. Sepi di hati. Sepi di rumah. Di masjid, di gereja, di tempat ibadah.

Sungguh, turut berduka cita untuk mereka yang telah wafat sampai kini. Semoga diampuni semua dosanya dan diterima dengan baik di sisiNya. Semoga keluarga yang ditinggalkan dikaruniai kesabaran dan kekuatan.

Buat kita yang sehat, yuk mengikuti semua anjuran yang diberikan, untuk memperlambat penyebaran covid-19 ini, dan memenangkan pertempuran ini. Kata Ahli Virus, drh. Moh. Indro Cahyono semalam dalam wawancara di Inews, kalau kita mengikuti semua anjuran, harusnya kita bisa lebih cepat pulih dari China. Semoga.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

Menulis lagi

Awal April.Semangat mengalir.Mari menulis lagi.Satu buku antologi.Kali ini, tentang ayah terkasih.Yang cintanya selalu terpatri,di hati.