Persiapan Makanan untuk Resiko Bencana

Stockpile logistik keluarga harus disiapkan untuk kebutuhan setidaknya satu minggu. Begitu tulis pak Haryoko R. Wirjosoetomo, Praktisi Manajemen Resiko di salah satu tulisan di dinding akun Facebooknya. Sambil menyiapkan sarapan Zahra, aku memikirkan nasehat itu.

Apa saja macam makanan yang bisa bertahan untuk satu minggu? Tentunya makanan kemasan. Mie instan? Itu yang paling sering dikirimkan ke daerah bencana. Makan mie instan setiap hari? Pagi siang malam selama seminggu? Sedangkan pagi ini saja Zahra sudah bosan dengan berbagai menu sarapannya, sehingga emaknya terpaksa buka-buka Cookpad mencari ide. Untunglah ketemu resep French toast yang simpel. Mudah dibuat, dan bahannya pun tersedia semua di dapur. Alhamdulillah Zahra suka dan bahkan minta tambah. Padahal buatku, aroma telur masih sangat terasa. Mungkin berikutnya aku harus menambahkan bubuk kayu manis-mengikuti resep lain-untuk menyamarkan aroma itu.

Ah, membayangkan Zahra harus makan mie instant selama berhari-hari saja membuat ku sedih. Bagaimana lagi perasaan para orangtua di Palu dan Donggala yang sedang tertimpa bencana? Jangankan memilih menu, bahan makanan pun mereka tidak punya. Tentu hancur hati mereka melihat anak-anaknya tak punya makanan. Penuh harap kudo’akan semoga semakin banyak relawan yang bisa masuk ke lokasi dan membagikan bahan makanan serta bantuan lainnya di sana. Semoga anak-anak di sana segera mendapatkan pertolongan yang mereka perlukan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like
Read More

Ketika Berserah

Namanya Sari (bukan nama sebenarnya). Suaranya terdengar ringan di telepon. Sesuatu yang tidak saya sangka. Mengingat kisah hidupnya…