Kesedihan

Kesedihan adalah jari kaki. Jari jempol yang tak sengaja mencium ujung karpet yang genit. Mengundang luka kecil untuk datang menghampiri.

Sungguh aku heran. Luka itu ternyata sangat suka bertengger di situ. Berdiam lama di ujung jempol tak mau pergi. Bersembunyi sedikit di bawah kuku yang putih. Tetap bertahan walau segala obat mencoba mengusir. Makan apa ia? Tubuhnya bahkan semakin membesar.

“Kukunya harus diangkat, Pak.” Begitu kata dokter. Obatnya tak bisa menjangkau luka. Kuku harus dikorbankan.

“Tapi suami saya pengidap Diabetes,” cemas ibuku. “Tidakkah luka operasi akan membahayakan dirinya?”
“Ibu jangan khawatir. Banyak pengidap Diabates yang kami operasi setiap hari. Bapak tidak akan apa-apa. Tentu saja gula darahnya akan kita kontrol dulu.”

Tapi janji tinggal janji. Yakin tinggal yakin. Luka tak membaik setelah kuku pergi. Ia tetap di sana melebarkan diri. Memberikan nyeri yang tak terperi setiap hari. Sungguh mengiris hati.

===
Kenangan akan sakitnya ayah di tahun 2012

#JeniusWriting
#Online9
#TugasSesi8

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like