Gelombang

Debur!!

Gemuruh dadaku terdengar menderu. Bagai air terjun jatuh ke batu. Berderak-derak membelah hatiku.

“Mama kemarin ditabrak motor Tan. Tapi mama gapapa. Ga ada yang patah. Ini mama udah di rumah.” Begitu kata ibuku di telpon tadi.

Aku sudah mengernyitkan kening tadi, melihat HP ku berdering menunjukkan ada panggilan dari ibuku. Masih jam 10 pagi. Hampir tak pernah ibuku menelpon di jam kerja. Atas pengertiannya sendiri, ibuku hanya menelepon di jam istirahat atau setelah jam kerja berakhir. Nah, benar kan. Berita penting yang disampaikannya. Dan mengejutkan.

Hatiku tak tenang. Kalau menyangkut dirinya, ibu sering mengurangi detil cerita untuk memberikan kesimpulan bahwa ia baik-baik saja. Kutelpon adikku. Ia mengkonfirmasi bahwa kondisi ibuku baik-baik saja. Tidak ada tulang yang patah. Gelombang di hatiku pun mereda. Tenang bagai laut tanpa topan.

Tapi ketenangan itu tak bertahan lama. Setelah 2 hari, nyeri di paha ibu tak berkurang. Bahkan semakin parah. Adikku membawa ibu ke Rumah Sakit lain. Komentar dokter mengejutkan. “Ini patah. Tulang panggul ibu patah. Harus segera dioperasi.”

Gelombang kembali menghantam hatiku. Patah tulang panggul? Ya Allah.. Sayangi ibuku…

Jakarta, September 2016

#JeniusWriting
#Online9
#TugasSesi7

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like
Read More

Cake Pertama

Abaikan penampilannya, Yang penting rasanya… Kuhibur diri dengan dua kalimat itu, ketika melihat cake buatanku dan Zahra. Permukaannya…