Meja Teguh Menghantam

Aku tahu ia takut padaku. Tergetar jiwanya oleh badan kokohku. Hitam warnaku semakin meneguhkan kekuatanku. Air yang menggendongku menambah keberingasanku.

Terus terang aku kasihan padanya. Ketakutan terpancar jelas di matanya. Apa yang akan terjadi bila aku menghantam wajah tak berdosa miliknya?

Mohon sangat maafkan aku. Bukan maksudku menyakiti dirimu. Kekuatan diberikan padaku hanya untuk menahan beban seberat yang dimau pemilikku. Aku bangga, dulu. Tapi kini kekuatanku bahkan tak mampu melawan air yang dulu sering kupangku.

Ku tutup penglihatan ku. Dengan daya terakhir kugeser tubuhku. Wajahnya selamat dari hantamanku. Tapi rambut indahnya jadi sasaranku. Dalam terpaku aku lihat tubuhnya melayu. Matanya menutup. Ia hanyut terbawa air dibawah kakiku. Sungguh,menolongnya aku tak mampu.

#JeniusWriting
#Online9
#Tugas4paragraf

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

Sembilan Belas Tahun

Cerpen September 1999 “Assalamu’alaikum.” Kumsalam,”jawabku. Aku bergeser sedikit memberimu tempat. Wah, kamu cantik sekali. Maksudku, sama cantiknya dengan…