Cermin

Wajahnya tak ramah. Pertanyaanku dijawab dengan enggan. Geraknya tanpa gairah, menyodorkan berkas pendaftaran ibu ku. Mungkin hidupnya tak bahagia, pikirku iseng. Ah, tidak. Mungkin hanya pekerjaannya yang terlalu berat. Sebelum pikiranku melantur jauh, buru-buru aku mengambil ‘cermin’. Tampaklah, aku sendiri tak selalu ramah pada orang-orang yang harusnya kulayani dengan baik di pekerjaan ku.

Untunglah suster di poliklinik ramah. Dokternya juga ramah. Berikutnya, kasirnya juga ramah. Ohya, satpam di depan pintu tadi juga ramah. Bahkan membantu aku mendorong kursi roda ibuku.

Mungkin keramahan belum menjadi standard di sini. Masih tergantung pada pribadi masing-masing. Tapi masih OK lah. 4 banding 1 statusnya, sampai saat ini. Masih ada 2 dokter spesialis yang harus ditemui hari ini. Mudah-mudahan lancar dan baik hasilnya. Shalawat!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like