Uedaan!!

Uedan! Itu kesanku untuk Training Menulis Batch 2 Jakarta yang kuikuti kemarin. Gimana ga edan, Mas Lutfi sang trainer menyuruh kami untuk mengumumkan mimpi kami ke seluruh dunia, melalui dinding pribadi Facebook.

Owalaaah Maas, itu bukan aku banget. Biasanya aku akan bergerak diam-diam menggapai mimpiku. Sampai kemudian, tiba-tiba dunia terperangah melihat hasilnya. Lha, tapi kapan dunia terperangah melihat hasilku? Kapan terakhir kali aku punya mimpi yang erat kugenggam? Rasanya sudah lama sekali aku tak bermimpi. Bahkan, mimpi menjadi penulis pun sudah kukubur jauh, bersamaan dengan blog yang mati suri, bersamaan dengan buku tulis kumpulan cerpen yang tertumpuk entah dimana. Sampai Mas Lutfi bilang, “Nanti kumpulan cerpenmu diterbitkan saja dengan judul bangkit dari kubur,” hehehe.

Tapi, menuliskan angan-angan ku di Facebook? Aku ragu 99%. Tapi aku tahu, Mas Lutfi serius dengan perintahnya. Dan apa yang bisa kulakukan sebagai murid selain patuh?

Dueeer…ku klik tombol post. Mengirim pesan pada dunia tentang mimpiku. Lalu kututup gelisahku akan reaksi dunia, dengan tertawa bersama peserta yang lain.

Tapi aneh, serasa naik adrenalin ku setelah itu. Kata-kata berloncatan di kepalaku, mencari cara untuk keluar ke layar laptop di depankku. Jari-jariku mengetik mengalirkan kata, seiring suara Mas Lutfi yang mengatakan, “Menulis itu WAJIB! Lha,kamu itu diciptakan Tuhan dengan tugas masing-masing. Tuhan pasti punya pesan yang dititipkanNya padamu untuk disampaikan pada sesama. Memangnya Tuhan menciptakan kamu untuk sia-sia? Dan apa penyampai pesan yang efektif dan bertahan lama? Iya, Menulis!.”

Uedan! Baru kali ini aku dengar kalau menulis itu wajib. Semoga aku tetap edan, dan bisa menulis buku yang uedan bagus dan larisnya!!!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like
Read More

Nonton Pameran Lukisan

“Mana dragonnya, Kak?” tanyaku sambil memandang lukisan yang terlihat abstrak bagiku. The Dragon, judulnya, tertulis di kertas kecil…