The Little Max

(Dituliskan oleh mama berdasarkan cerita verbal Zahra)

Hari ini aku melihat seekor nyamuk di lantai kelas. Ia melompat-lompat, tidak bisa terbang. Kuperhatikan dengan lebih seksama, oh kasihan, ternyata sayapnya hanya tinggal sebelah, dan kakinya hilang 1. Kuambil dia dan kuletakkan di telapak tanganku. Aku berharap ia dapat menghisap darahku untuk memberinya kekuatan. Tapi kelihatannya ia sudah terlalu lemah, tak mau menggigit tanganku. Sungguh membuatku sedih.

Kutunjukkan nyamuk itu pada Qiara, temanku. Ia menyarankan agar aku membawanya saja ke gedung SMA, tempat kami sebentar lagi akan latihan drama untuk pentas sekolah nanti. Maka dengan hati-hati ku bawa ia keluar kelas, melintasi halaman sekolah, menuruni tangga batu, menyebrangi sungai kecil, melintasi halaman SMP dan jalan kecil menuju gedung SMA. Sampai di sana, latihan belum dimulai. Aku kembali memperhatikan nyamuk kecil itu, yang kini kunamai Little Max, ia diam tak bergerak. Temanku Yasmin, minta izin untuk menyentuhnya. Little Max tetap diam. “Menurutku sekarang dia sudah mati, Zahra”.
“Kok Yasmin tahu?”
“Iya, biasanya hewan akan bergerak kalau disentuh. Ini dia sama sekali ga bergerak.”

Aku sedih sekali. Little Max adalah sahabat serangga pertamaku. Dan kini dia sudah mati😭.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like