Berbesar Hati

zahra menggambar-hari autis-sca

 

Hari ini Zahra ikut lomba menggambar di sekolah, sebagai bagian dari perayaan Hari Autis Sedunia. Sayang mama ga bisa ke sekolah. Sorenya mama menelepon dari kantor.

Mama: Bagaimana lombanya Kak?
Zahra: Aku ga menang Ma. Tapi aku ga sedih, karena aku ingat kata mama tadi : Jangan sedih kalau ga menang ya, ikut lomba untuk senang-senang aja ya.
Mama: (diam sejenak) Bener kakak ga sedih? Gapapa kok kalau mau sedih, nanti mama pulang mama peluk ya, boleh kalau mau nangis sambil peluk mama.
Zahra: Bener ma, aku ga sedih. Aku malah senang untuk Daya. Daya kan juara 1.
Mama: Daya yang juara?
Zahra: Iya ma, Daya juara 1. Dapat piala. Juara 2 nya kak Ara, kelas 3. Juara 3 nya anak kelas satu, aku ga ingat namanya.
Mama: Bener kakak ga apa-apa?
Zahra: Ga papa ma, Daya kan juga udah lama les menggambarnya. Dia lebih pintar dari aku. Mewarnainya bagus, pakai gradasi.
Mama: Baiklah kalau begitu. Nanti kalau kakak tetap rajin menggambar dan ga bolos les, insya Allah kakak makin pintar ya menggambarnya.
Zahra: Iya ma

Mama menutup telepon dengan lega. Masih terbayang tangis kencang dan sedu sedan Zahra waktu TK ketika ‘dikalahkan’ temannya dalam pemilihan Duta PCL (Pasukan Cinta Lingkungan), juga kesedihannya yang mendalam ketika kalah dalam salah satu lomba menggambar di luar sekolah. Ternyata sekarang kau sudah semakin ‘dewasa’ Nak, sudah mampu berbesar hati menerima kekalahan. Benarlah konsep sekolahmu yang mengutamakan konsep bekerja sama ketimbang kompetisi di usia dini. Semoga kami yang dewasa ini bisa belajar darimu, dalam menerima apapun hasil dari perlombaan dalam hidup ini.

Tante Nui Laksono, makasih fotonya ya..izin posting yaaa..

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like
Read More

Personal Branding

Apa bukti emak nggak bisa masak? Ketika sekalinya bikin Makaroni skotel, anaknya berkomentar tak percaya, “Hm… enak banget.…