Binar matamu

”Kak, coba lihat wajah ibunya,” kata adikku Udi.

Perhatianpun kualihkan dari sang bayi  ke adik iparku yg baru pagi ini bisa melihat bayi mungil yg semalam dilahirkannya dengan operasi caesar. Dan subhannalah! Aku terpesona. Wajah lelah semalam, wajah sakit menahan nyeri jahitan operasi yang  terasa ketika bius mulai kehilangan pengaruh subuh tadi, tlah berganti menjadi wajah yang sungguh luar biasa indahnya. Binar matanya bagai bintang, senyumnya bagai mawar merekah, kebahagiaan terpancar begitu jelasnya, bercampur rasa takjub, bahagia, terharu dan syukur, memandangi, menyentuh, ingin memeluk bayi yang kini dibaringkan disampingnya. Aku terpana, terutama dengan binar matanya. Baru kali ini aku punya kesempatan seperti ini, menyaksikan seorang ibu melihat bayi yang dilahirkannya untuk pertama kalinya. Begini rupanya. Sungguh indah. Keindahan yang mengalahkan wajah cantiknya ketika menjadi pengantin. Rasanya, itu adalah wajah tercantik yang pernah kulihat, dengan segala rasa yang diwakilinya. Sungguh aku merasa beruntung bisa melihatnya. 

 

——————————–

 

Salam sayang dan doa tuk adikku Udi dan Yayuk, atas kelahiran putra pertama, Muhammad Umar Fakhtan, 15 Sept 2007. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan hidayahnya pada kalian sekeluarga, semoga sang buah hati menjadi hamba Allah dan pengikut Rasulullah yang taat, amiiin. Demikian pula rasa sayang dan doa tuk abang dan kakakku atas anugrah kelahiran putra kedua Farrel Kurnia. Dan semoga Bang Fathin-nya bisa menjadi abang yang baik tuk adik-adiknya ini, amin J.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like

Cermin

Wajahnya tak ramah. Pertanyaanku dijawab dengan enggan. Geraknya tanpa gairah, menyodorkan berkas pendaftaran ibu ku. Mungkin hidupnya tak…